ARTIKEL PENELITIAN

Rancang Bangun Smart Early Warning System untuk Mencegah Kecelakaan Transportasi Kereta Api Akibat Banjir dan Longsor Berbasis Green Technology.

Kereta api adalah salah satu jenis transportasi darat yang cukup diminati masyarakat Indonesia dengan jumlah penumpang yang cukup tinggi. Kereta api di Indonesia sudah ada sejak 138 tahun yang lalu. Jaringan kereta api di Indonesia sebagian besar merupakan peninggalan jaman belanda meliputi lintasan sepanjang 6482 km yang tersebar di jawa dan Sumatra.Permasalahan kereta api di daerah ibukota yang rawan kecelakaan akibat banyak faktor. Salah satu tantangan mobilitas kereta api sendiri adalah terhambatnya perjalanan diakibatkan banjir rmenggenangi rel kereta, atau yang lebih parahnya lagi jika terjadinya kecelakaan akibat adanya air yang menggenang di rel kereta api, tujuan penelitian ini adalah adalah untuk membuat system peringatan dini bencana banjir yang mudah dioperasikan dan efektif untuk mendeteksi kebanjiran. System menggunakan mikrokontroller ATmega328 dengan sensor ultrasonic sebagai sensor pendeteksi level ketinggian air dan menggunakan sensor kelembaban untuk peramalan cuaca, dilengkapi dengan pengiriman data kebanjiran dan cuaca menggunakan Short message service (SMS). System menggunakan bahasa pemograman arduino. dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa system peringatan dini (Early Warning System) bekerja secara realtime dan efektif dengan respon pembacaan kurang dari 1 detik, rata-rata error pembacaan sensor ultrasonic adalah 0 - 1,14% dan rata-rata error pembacaan kelembaban pagi, siang sore 4,06%.. Kata kunci : mikrokontroller, sensor kelembaban, banjir, sistem peringatan dini.

Source : https://eprints.untirta.ac.id/14422/
Authors : Sulaiman, Fatah, Alimuddin, Abdullah, Rahman, Firmansyah, Teguh, Mardiono


Sistem Kontrol Fuzzy Logic Lingkungan Parameter Suhu dan Amonia pada Closed House untuk Ayam Broiler.

Penelitian ini mengusulkan sistem kontrol fuzzy logic untuk menjaga stabilitas suhu dan kadar amonia dalam kandang ayam broiler (closed house). Parameter lingkungan ini sangat penting untuk pertumbuhan ayam. Sistem ini menggunakan sensor suhu dan amonia untuk memberikan input ke kontroler fuzzy, yang kemudian mengatur kipas (blower) dan pemanas.

Source : https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/authors/profile/6103501/?view=researches
Authors : Alimuddin, Sumiati, Ria Arafiyah, Sirajuddin


Pengembangan Teknologi Intelligent Control System pada Sentra Produksi Benih Cabe Merah dengan Sistem Hidoponik dan Green House dalam Upaya Peningkatan Kualitas Benih Cabe Merah di Kabupaten Pandeglang.

Red chili (Capcicum Annum L) is one of the horticulture plants that has high economic value, can provide employment and improve the standard of living of farmers. Red chili is one of the leading commodities of the national and Banten provinces, where the planting is almost spread throughout the territory of Indonesia. Red chili is a commodity that is needed by all levels of society. Red chili is rich in carbohydrates, protein, fat, flavonoids, capsaicin, minerals, water, fiber and rich in vitamin C and provitamin A. The need for red chili always increases along with population growth and diverse needs. Pandeglang is known as one of the largest vegetable cultivation areas in Banten Province. The need for seeds for one hectare planting area requires around 2-3 Kg of chili (300– 500 gr of chili seeds) with high economic value. The aim is to implement a hydroponic and green house system for Red Chili hatchery cultivation in Pandeglang district. Methods used The application of technology carries out technological engineering in the development of red chilli cultivation in the hydroponic and green house planting media to improve the quality of red chilli seeds in Pandeglang district. Tahapan is the dissemination of community service implementation to industry partners with program objectives in Mandalawangi sub-district, hydroponic kit assembly, and building green houses. Results, the implementation of hydroponic making activities for the cultivation of red chilli seeds and the making of green houses, FGDs or training and mentoring of red chilli seedlings, FGD Making Hydroponic Kits, FGDs making Green House.

Source : https://drive.google.com/file/d/1xJwi97zgHFYDPTF-oXucibs0VUUkiv7T/view?usp=sharing
Authors : Alimuddin, Andi Apriany Fatmawaty, Nurmayulis, Ria Arafiyah, Lovely Lady, Hadi Sucipto


Strengthening of Academic Reputation and International Publication with World Class Professor (Kolaborator California Polytechnic State University (Amerika Serikat)).

Program World Class Professor (WCP) dari LPDP Kemenkeu RI tahun 2021 untuk memperkuat reputasi akademik dan publikasi internasional. Program ini dilaksanakan dengan kolaborator Prof. Xiao-Hua (Helen) Yu dari California Polytechnic State University (Amerika Serikat) dan Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T.

Source : https://untirta.ac.id/2021/11/04/dosen-teknik-elektro-untirta-paparkan-proyek-penelitiannya-pada-webinar-internasional-world-class-professor-wcp-2021/
Authors : Alimuddin, Prof. Xiao-Hua (Helen) Yu


Pengembangan Smart Control Temperature and Humidity Aeroponic System for Green House yang merupakan proyek kolaborasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Proyek kolaborasi KKP3N dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tahun 2015-2016. Penelitian ini berfokus pada penerapan smart farming melalui pengembangan Smart Control Temperature and Humidity Aeroponic System untuk Green House.

Source : https://untirta.ac.id/2021/11/04/dosen-teknik-elektro-untirta-paparkan-proyek-penelitiannya-pada-webinar-internasional-world-class-professor-wcp-2021/
Authors : Alimuddin


Pengembangan Smart Control dan Monitoring Digitalisasi Suhu Kelembaban, Intensitas Cahaya Inkubator Bayi Berbasis Wireless Sensor Network.

Hibah KATALIS SPPM Kemendikbudristek tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring dan kontrol cerdas (smart control) untuk parameter vital inkubator bayi, yaitu suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya, yang diintegrasikan melalui Jaringan Sensor Nirkabel (Wireless Sensor Network).

Source : https://ft.untirta.ac.id/2025/05/25/6313/
Authors : Alimuddin, Ernawati Umar, Masjudin